?Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Riau Hj. Dewi Kumalasari Ansar resmi membuka kegiatan Pertemuan Fasilitasi Forum Generasi Berencana (GenRe) dan Posyandu Remaja Provinsi Kepulauan Riau tahun 2022 di Bintan Agro Hotel, Bintan, Rabu (24/8).
Pertemuan ini diikuti oleh 55 peserta terdiri dari kader Posyandu Remaja se-Kabupaten Bintan, Kepala Sekolah SMA,SMP, SD se-Kepri, Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Kepri, Kepala Dinas Pendidikan Kepri dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Kepri. Adapun sebagai Narasumber pada pertemuan ini yaitu Melly Puspita Sari dari BNNP Kepri.
Dalam sambutannya, Dewi Ansar mengatakan remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Masa remaja sering disebut masa terlabil, di mana seorang anak berusaha mencari jati dirinya. Dalam fase ini, mereka akan melakukan penyesuaian dengan lawan jenis, perubahan pola perilaku, dan sosialisasi dengan lingkungan sekitar.
Saat memasuki masa remaja, seseorang akan cenderung memisahkan diri dari keluarga. Maka tidak salah jika dikatakan bahwa masa remaja adalah masa rentan dengan berbagai permasalahan. Mulai dari permasalahan dengan diri sendiri, keluarga, hingga permasalahan dengan perkembangan zaman.
"Oleh karena itu, perlu ada pendampingan dan pembinaan agar remaja tidak terjerumus pada hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya," kata Dewi Ansar.
Dewi Ansar juga menjelaskan untuk menindaklanjuti permasalahan-permasalahan tersebut, BKKBpN telah mengembangkan Program Generasi Berencana (GenRe) yang bertujuan untuk mempersiapkan kehidupan berkeluarga yang berkualitas melalui kegiatan PIK/RM.
"Tujuan program GenRe ini adalah mengajarkan remaja untuk menjauhi pernikahan dini, seks pra nikah dan Napza guna menjadi remaja yang tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangun," imbuh Dewi Ansar.
Kemudian, Dewi Ansar mengungkapkan masalah remaja yang tidak kalah membahayakan dan sangat perlu menjadi perhatian khusus adalah Narkoba. Data dari BNN menunjukkan makin tingginya penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar di Indonesia, sebanyak 57% atau sekitar 3,4 juta penyalahgunaan Narkoba di dominasi oleh remaja.
Hal tersebut mengindikasikan betapa besarnya pengaruh Narkoba terhadap remaja. Tercatat sebanyak 4.620 pengguna Narkoba di Provinsi Kepulauan Riau (sumber BNN Kepri, 2019).
"Untuk itu saya berpesan kepada para remaja Kepri untuk tidak menyalahgunakan narkoba, karena narkoba akan menyeret kalian pada perbuatan dan tindakan yang tercela bahkan melakukan tindakan kriminal tanpa memikirkan dampaknya lebih lanjut," pesan Dewi Ansar.
Selanjutnya, Dewi Ansar menghimbau kepada remaja remaja / pelajar di Kepri untuk ikut terlibat sebagai agent penyuluh di tengah-tengah masyarakat. Bersama BNNP Kepri turun langsung ke sekolah-sekolah dalam upaya pelibatan siswa sekolah melawan bahaya narkoba
"Untuk itu saya berharap pihak Sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah dapat menindaklanjuti dengan membuat SK untuk pembentukan bestie pemulihan disetiap SMA/SMK se-Kepulauan Riau," tutur Dewi Ansar.
Terakhir, Dewi Ansar menyampaikan Pemprov Kepri terus berupaya meningkatkan sarana dan pra sarana layanan kesehatan remaja di Provinsi Kepulauan Riau. Salah satu bentuk upaya dan kepedulian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terhadap kesehatan remaja yaitu dengan telah memberikan bantuan dana untuk pembinaan sebesar Rp.3.570.000.000 kepada 714 Posyandu se-Provinsi Kepulauan Riau.
"Untuk itu harapan saya, dengan bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah tersebut dan didukung dengan pertemuan Fasilitasi Forum Genre dan Posyandu Remaja Provinsi Kepri di Kabupaten Bintan ini, diharapkan dapat menjadi wadah untuk memfasilitasi remaja dalam memahami permasalahan kesehatan remaja, menemukan alternatif pemecahan masalah, membentuk kelompok dukungan remaja serta memperluas jangkauan pelayanan kesehatan remaja yang memiliki keterbatasan akses," tutupnya.